Search This Blog

Monday, December 28, 2009

pemerhatian gampang

antara hobi aku adalah pengklasifian subjek. manusia termasuk dalam definisi 'subjek' aku. ergo, aku gemar klasifikasikan manusia. ia mirip kepada pembelajaran sosiologi. mirip bermaksud hampir sama, tapi tidak sama sepenuhnya. mungkin kau secara gampang merasakan aku judgemental - tapi... suka hati mak bapak aku-lah.

maaf aku digress.

anyway, antara observation awal aku adalah mengenai manusia dan substan. hubungan antara substan individu dengan corak pemikirannya. dan yang paling menarik adalah bagaimana manusia memberi justifikasi dan rasional tentang substan dirinya.

berdasarkan ini aku telah klasifikasikan mereka kepada dua kumpulan. aku faham ini bersifat general... kerana hanya ada dua kelas sahaja di sebalik pemerhatian ini.
aku suka benda benda yang bersifat general kerana ia lebih simplistik dan sering mengundang perdebatan yang berkilau-kilau ketika minum kopi lewat malam.

so... dua kelas manusia yang aku maksudkan tadi.

kelas pertama (tiada kena mengena dengan CGPA kehidupan - ini adalah menurut urutan dalam benakku sahaja)justifikasi diri pra substan. dan kelas kedua justifikasi diri pasca substan.

kelas pertama. dalam garisan lurus hidup katakan A-Z (A permulaan kehidupan, Z pengakhiran); terdapat satu titik konverjens yang mempertemukan A dan Z.
pada titik ini individu itu mengambil tekad - iaitu penentu cara hidupnya yang juga bakal jadi penentu kepada cara individu itu mati. kerana secara empirikal, manusia itu mati paralel dengan cara ia hidup. seorang pahlawan mati di medan perang, seorang yang suka makan mati akibat obesiti - sebagai contoh.

jadi, individu kelas pertama selalunya mangambil keputusan untuk menjadi sesuatu - dan segala tenaganya kemudian tertumpu ke arah menjadi sesuatu itu. contohnya - seorang peguam korporat yang mengambil keputusan untuk meninggalkan kekayaannya untuk menjadi seorang anti kapitalis atau mungkin juga seorang 'junkie' yang berhasrat untuk menjadi guru agama sekolah pondok yang dinamik. whatever it is, keputusan untuk bergerak ke arah sesuatu adalah pre substan, atau pun terdahulu sebelum substan dibina.

kelas kedua. mudah. individu membina substan terlebih dahulu dan kemudian mencari justifikasi dirinya. contohnya, seseorang yang malas bangun pagi untuk mandi dan pergi kerja - mengaku dirinya seorang rebel, anti penubuhan sambil tersenyum bangga di sebelah poster che guevara sebagai foto profil facebooknya. atau seorang yang malas belajar - mengaku bahawa beliau tidak dilahirkan untuk menjadi pelajar.

study kes ini. lihat hidup anda, potong kelepet lebihan pada benak anda, tampal pada hati sebagai label. which class you belong to.

sehingga ketemu lagi. :)

11 comments:

bluemonster said...

humankind are so complex and yet complicated...and dats including urself...
i suppose dat i'm not belong to da 2 group dat u classified...u need more justifications to support ur case studies...if not ur observation is not reliable

Muqreez said...

mirip analisa pelaburan huh...

Anonymous said...

My honest opinion: bebelan malam dalam keadaan alpha stage.
Your eccentricism is what I like, walaupun ia kadang-kadang menyerupai merepekcism.
Boleh saya masuk meminang?

redza minhat said...

bluemonster, 3 points for you.

1) ada 2 variables yang mengaitkan kelas 1 & 2. V1 = the act of justification, V2 = substance. If you were to tell me that you have never eplained yourself before... then you are in denial. Even by responding to my observation saying that you are not part of it is self justification. Ergo, saying that V1 does not exist in you is impossible. But if you were to tell me that you have no substance then perhaps... you have a bigger problem than just trying to prove me wrong.

2) an observation is usually personal. it need not be proven of its validity at all. if my observation of a monkey is different from yours, i will not try and change your observation. that is just futile.

3) human baings are complex mostly due to their ability to deny. Denial makes things complex. Monkeys can't deny anything - hence why they are relatively simple.

bluemonster said...

u r good in defending ur ideas.. splendid!! but, i didnt say that ur observation is wrong...ideas and opinions about somthing could nvr be wrong or true but it could be accepted or not by people' point of views.

i agreed wif u about denial.."denial makes thing complex".. here, i want 2 share somthing wif u
"The worst lies are the lies we tell ourselves. We live in denial of what we do, even what we think. We do this because we're afraid. the fear of losing something that already belong to us."-by richard bach (a lil' modification of mine)

p/s: if u in ur viva(final stage presenting ur thesis)and comprehensive exam, i think u passed them wif flying color, bro!!

Suren said...

i'll drink to that, dude.

here's to lives on a conveyor belt. and people who love treadmills cos the tiny screen in front of them keeps them amused.

Andartu Timbuktu said...

Hmmm.

aziz husairi said...

post yg agak berat for an engineer..hard to completely understand this post..but i like..different opinion about life..

i think i belong to d 1st group..but not totally..class 1.5 maybe..heheh

noharanutdya said...

redza..

klasifikasi ttg manusia ya.. penin juga baca kerana bnyk term yg sgt tgi dr vocab yg saya taw.. bahsa seni maybe..

saya dan hidup saya.. erm. kalu kita baik, org akan buat baik pada kita. tapi ada juga, kalu kita baik, org akan pijak kepala kita.

dua-dua scenario saya penah lalui.. so saya tetap mahu buat baik agar org baik dgn kita. tapi saya takan jd org baik, jika dpt taw org pijak kepala kita.

dan permulaan idup kita perlu buat baik agar pengakhiran hidup kita akan disudahi dgn baik. even da arwah, org tetap mengatakan perihal yg baik sj.

juz beware. idup ni kalu kita telalu baik. org mula mbik kesempatan dan tikam belakang. dan itu akan menjejaskan perjalanan hidup kita.

but, semua depends on ketentuanNya.

Anonymous said...

Kalau mabuk cinta camana encik gampangsolo?

Mya said...

uh. like ur thoughts.